Pages

Tampilkan postingan dengan label book review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label book review. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Agustus 2014

The Secrets of Pawang Manusia (seni bagaimana berinteraksi dan menghadapi segala tingkah polah manusia dengan tetap menikmati hidup)



Judul                     :The Secrets of Pawang Manusia
Penulis                  :Endra K. Prihadhi
Penerbit                :PT Elex Media Komputido
Tahun                   :2010
Tebal                    :156 halaman

cover buku The Secrets of Pawang Manusia


Manusia adalah makhluk yang tidak sempurna. Selalu berbuat kesalahan merupakan hal yang wajar dilakukan manusia. Tidak menghargai kepedulian orang lain, terlalu ingin bersikap sempurna, mudah tersinggung dan selalu berburuk sangka tanpa kita sadari hal-hal itu kita lakukan dan dapat menyakiti perasaan orang lain. Di dalam buku ini kita belajar tentang memahami karakter orang lain,  prinsip-prinsip begaul, dan seni bersikap.

Buku ini berisi tentang seni berinteraksi dengan manusia. Di bab pertama buku ini kita akan diajarkan bagaimana memahami karakter orang lain. Ada manusia dengan tipe sanguinis yang suka sekali berbicara, melankolis sang perfeksionis, koleris yang suka mendominasi, dan tipe plegmatis yang cinta damai. Dengan mengetahuinya kita akan mengerti bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan masing-masing tipe.

Di bagian kedua buku ini berisi tentang prinsip-prinsip dasar bergaul. Menyadari bahwa kita hanya manusia biasa yang penuh kekurangan. Memahami bahwa setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Menyadari bahwa kita tidak bisa memaksakan standar diri kita kepada orang lain.  Bab ini lebih bersifat mencerahkan.
Buku ini ditulis dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami. Topic dibahas secara ringkas, padat dan tidak terlalu mendetail. Jumlah halamannya juga tidak terlalu banyak. Sehingga buku ini cocok dibaca oleh siapa saja yang ingin belajar tentang seni bergaul dengan orang lain.


Happy reading !!

99 Hari di Prancis (menguak kebenaran Asmaul Husna)


Judul               : 99 Hari di Prancis
Penulis             :Wiwid Prasetiyo
Penerbit           :Sabil
Tahun              : 2012
Tebal               : 482

cover novel 99 Hari di Prancis


Pertama kali melihat novel ini di sebuah pameran buku, aku sama sekali tidak tertarik. Itu karena aku berfikir bahwa novel ini hanya aji mumpung dengan memanfaatkan ketenaran novel lain yang berjudul” 99 Cahaya di Langit Eropa”. Pada saat itu novel “99 Cahaya di Langit Eropa” sedang booming dibicarakan dimana-mana, tak terkecuali di kampusku. “99 Hari di Prancis” dan “99 Cahaya di Langit Eropa” memang memiliki judul yang hampir sama. Kemiripin judul ini membuat ku memandang” 99 Hari di Prancis” dengan sebelah mata.

Don’t judge a book by its cover. Pepatah ini memang benar. Aku telah salah menilai novel ini. Novel ini bukan novel aji mumpung. Novel ini bukanlah novel picisan.

Inilah sebuah novel yang menggugah jiwa tentang perjuangan heroik seorang gadis yang memperbaiki nasibnya di negeri Prancis. Setiap ujian dan peristiwa yang ia alami telah membuka mata hatinya tentang hikmah 99 sifat Allah (Asmaul Husna).

“99 Hari di Prancis” berkisah tentang perjuangan hidup seorang gadis lugu Indonesia bernama Maria di Prancis. Pertama kali tiba di Prancis dia bekerja pada seorang bandar narkoba bernama Salomon sebagai kurir.  Maria tidak pernah tau apa isi box yg ia antar. Lama-kelamaan Maria curiga karena salah satu penerima barang tersebut akhirnya meninggal ditembak oleh orang misterius. Selama di Prancis ia tinggal di sebuah flat pelacuran milik Salomon. Walaupun tinggal disitu, tapi Maria tidak pernah melakukan pekerjaan hina tersebut. Sejak pertama kali tiba di Prancis, ia selalu ditemani oleh seorang lelaki asisten Salomon bernama Robert. Hari demi hari bersama cinta pun tumbuh.

Berkat informasi dari seorang wartawan muslim, Maria akhirnya mengerti bahwa box yang selama ini ia antar berisi narkoba. Ia tak ingin lagi bekerja seperti ini. Walaupun pekerjaannya mudah dan bergaji besar. Ia merasa berdosa.

Dengan seorang teman bernama Maizumi, Maria memutuskan untuk kabur dari flat. Dan petualangan Maria di negeri Prancis pun dimulai. Menjadi gelandangan, tukang cuci piring, menjuarai kontes memasak,menjadi  koki restoran, difitnah mencuri, kehilangan pekerjaan, bekerja di panti asuhan, menjadi kader partai, masuk penjara, dan beragam petualangan Maria yang lain.

Yang saya sukai dalam novel ini adalah setiap kejadian yang dialami oleh sang tokoh selalu terdapat moral value yang dijelaskan secara eksplisit sehingga pembaca mudah memahaminya. Setiap peristiwa yang alami tokoh utama mengungkapkan makna dari 99 Asmaul Husna. Konflik yang kuat dan alur cerita yang menegangkan juga merupakan ciri khas novel ini. Tokoh- tokoh yang berperan pun tidak terlalu banyak sehingga tidak terlalu memusingkan.


Selamat Membaca !

Selasa, 28 Januari 2014

Cinta Suci Zahrana


Film Cinta Suci Zahrana



Cinta Suci Zahrana adalah sebuah novel karya novelis nomor satu Indonesia yaitu Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik). Beliau telah banyak menulis novel-novel islami: Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, The Romance, Mamo Zein, Bumi Cinta, dan novel-novel best seller lainnya. Dalam menulis Kang Abik cenderung mengangkat tema cinta. Melihat judulnya saja pasti semua orang tahu.

Novel Cinta Suci Zahrana dicetak pertama kali di tahun 2011 dan telah dirilis dalam versi movie. Karakter Zahrana diperankan oleh artis muda Meyda Safira. Sebelumnya beliau juga berperan dalam film Ketika Cinta Bertasbih sebagai adik Azam.

Zahrana adalah gadis yang sangat cerdas. Dia mendapat gelar S1 di UGM dan melanjutkan S2 di ITB. Kecintaanya pada ilmu pengetahuan memang tidak diragukan lagi. Bahkan Rana mendapat penghargaan dari Tsinghua University, China atas prestasinya di bidang Arsitektur.

Zahrana memang pandai. Namun, kedua orang tuanya tidak menyukai sikap Zahrana yang seperti ini. Dia menunda-nunda untuk menikah. Banyak pemuda yang melamarnya. Semua ditolak dengan alasan Zahrana ingin berkarir dulu. Dia terlalu cinta dengan ilmu. Disini konflik berawal.

Setelah menamatkan S2, Rana mengajar di Universitas Mangunkarsa Semarang. Dia mulai gelisah mengingat dia belum juga menikah di usia yang sudah kepala 3. Dia menyesal telah menolak beberapa pria yang melamarnya dahulu. Dan sekarang siapa yang bersedia menikah dengannya. Dia takut menyandang predikat perawan tua.

Kisah ini menyampaikan nilai kepada pembaca bahwa jangan menunda-nunda untuk menikah. Menikah adalah suatu ibadah yang berat pahalanya. Menuntut ilmu hukumnya wajib. Namun, jangan sampai membuat kita lalai dengan ibadah yang satu ini.

Takut karirnya akan redup setelah menikah. Dalil tersebut menjadi senjata. Banyak orang-orang yg karirnya sukses setelah menikah. Darwis Tere Liye (penulis) contohnya. Beliau mengaku semangatnya untuk menulis dan berkarya meningkat setelah menikah. Belasan karya beliau dicetak setelah menikah. Dan pasti masih banyak lagi kisah lain tentang sukses berkarir setelah menikah.


Menikah tidak melulu tentang persoalan cinta. Cinta bisa tumbuh setelah menjalin kebersamaan dengan ikatan nikah. Asal dijalani dengan pikiran yang dewasa, Insya Allah selalu ada kemudahan dalam menyelesaikan masalah rumah tangga.

Minggu, 31 Maret 2013

Sinopsis Novel "Mukzizat Cinta"




Afdhal adalah seorang lelaki yang memiliki seorang istri dan dua putri. Beliau tinggal di Sulawesi Selatan. Istrinya tercinta telah dipanggil oleh Allah setahun yang lalu. Anaknya pun dua-duanya sudah menikah dan tinggal bersama suami mereka.
Suatu hari Afdhal mendapat suatu permintaan dari sahabatnya Syamsul yang sedang sakit keras. Syamsul ingin Afdhal mencari cinta lama Syamsul, Siti Zubaedah, yang tinggal di Malaysia. Syamsul ingin bertemu dengan Siti Zubaedah dan meminta maaf karena telah membuatnya kecewa berat. Syamsul berfikiran bahwa yang membuat dia sakit keras hingga sulit disembuhkan adalah karena belum mendapat maaf dari Siti Zubaedah.
Sesampainya di Malaysia dia tinggal di hotel milik seorang wanita yang pernah dicintai oleh Syamsul sewaktu mereka masih belajar di Kairo, Mesir. Wanita itu bernama Amal Hayati. Amal Hayati menikah dengan lelaki pilihan orang tua. Pernikahan mereka tidak bahagia dan akhirnya bercerai.
Amal Hayati sewaktu muda adalah gadis yang cantik. Afdhal pun dulu sempat mencintainya. Namun, setelah dia tau kalau sahabatnya, Syamsul, sangat mencintai Amal Hayati,  dia mengurungkan niatnya untuk memiliki Amal Hayati.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Allah yang mengatur hati manusia. Amal Hayati terpesona oleh sosok Afdhal yang bijaksana. Afdhal dan Amal Hayati memutuskan untuk menikah setelah mereka berhasil menjalankan misi dari Syamsul.
Mereka berdua bersama-sama mencari Siti Zubaedah. Berat memang mencari seseorang dengan bekal alamat yang tidak jelas. Mereka sempat menyerah. Namun, berkat bantuan seorang sopir taxi yang dikenalnya sewaktu mengantar ke hotel, mereka berhasil menemukan tempat tinggal Siti Zubaedah.
 Berat bagi Siti Zubaedah untuk melupakan segala kenangan buruk masa lalunya. Dulu,Syamsul berjanji kepada Siti Zubaedah pujaan hatinya untu sehidup semati. Takdir berkata lain. Syamsul dijodohkan oleh orang tuanya dengan anak pamannya yang bernama Fatma.
Berkat bujuk rayu Afdhal dan Amal Hayati, Siti Zubaedah bersedia berangkat ke Samarinda. Siti Zubaedah mengajak anak kembarnya Aza dan Azazwa bersama. Afdhal mengajak calon istrinya Amal Hayati.
Sesampainya di rumah sakit tempat Syamsul dirawat, mereka berdoa bersama agar Syamsul segera sadar dari koma. Doa mereka yang tulus didengar oleh Allah. Syamsul telah sadar. Suasana hening berubah menjadi ceria.
Untuk menebus rasa bersalahnya terhadap Siti Zubaedah di masa lalu, Syamsul ingin menikahkan putranya dengan putri Siti Zubaedah atas saran seorang kyai. Keinginan Syamsul disambut baik oleh semua pihak. Putra pertama Syamsul yang bernama Faiz menikah dengan putri pertama Siti Zubaedah yaitu Syakira. Mereka berdua hidup bahagia.
Misi telah selesai dengan sempurna. Afdhal ingin segera memenuhi janjinya kepada Amal Hayati. Afdhal dan Amal menikah dengan persetujuan kedua putri kembarnya. Biaya pernikahan ditanggung oleh Syamsul. Afdhal dan Amal hidup bahagia.